GAD atau dikenal juga anxiety attacks. Siapa sih yang disini suka panik? Sebenarnya kepanikan adalah hal wajar. Sebelum membahas itu. Sebenarnya apa sih anxiety?

Pengertian Anxiety
Berasal dari bahasa latin atau anxius, dan dalam bahasa Jerman anGst yang kemudian menjadi anxiety yang berarti kecemasan, merupakan suatu kata yang digunakan oleh Freud untuk menggambarkan efek negatif dan keterangsangan (Darmanto Jatman, 2000)
Asosiasi Psikiatri Amerika mendefinisikan kecemasan sebagai berikut: kecemasan adalah ketakutan, ketegangan, atau Kegelisahan yang timbul dari pembabasan bahaya; Yang merupakan sumbernya Sebagian besar tidak diketahui atau tidak dikenal (Edelmann, 1992)
Jika kita menyelidiki tentang kecemasan seperti yang diperlihatkan dalam literatur amerika, misalnya, pada tahun 1920 atau 1930, kita akan dipaksa untuk memusatkan diri pada gejala-gejala kecemasan ketimbang dengan kecemasan yang terang-terangan. Namun, meskipun tanda-tanda kecemasan yang terang-terangan tidak banyak pada periode itu, tentu saja sang pelajar dapat menemukan banyak indikasi gejala kecemasan yang mendasarinya. (Rollo may: 2015)

Kecemasan punya manfaat?
Ternyata kecemasan memiliki Manfaat. Loh kenapa kok kecemasan disebut memiliki manfaat?
Karena ketika kita menggunakan kecemasan untuk mawas diri, kita bisa lebih berhati hati apabila terjadi bahaya. Ego dalam dirilah yang kemudian dirangsang otak untuk memilah apakah suatu keputusan yang akan diambil mendatangkan kebaikan atau keburukan bagi dirinya. Bayangkan jika seseorang tidak memiliki kecemasan. Orang orang mungkin sudah melakukan hal gila yang berpotensi merugikan diri sendiri.
Sebagai contoh. Ketika kita memutuskan untuk membangun sebuah bisnis yang melibatkan beberapa pihak. Umumnya seseorang akan membuat kontrak kerjasama yang mengatur hal hal yang bersifat krusial diantara 2 pihak. Dan jika bisnis ini dalam skala besar maka akan melibatkan pihak legal yang mengatur kesepakatan jalannya bisnis. Sehingga jika salah satu pihak melanggar kontrak, pihak yang dirugikan dapat mengklaim haknya. Ini merupakan kepanikan yang positif.
Namun bagaimana jika tidak memiliki kepanikan? Ini akan menjadi bias bagi seseorang. Bayangkan apabila seseorang begitu percaya pihak lain tetapi pihak tersebut tidak bertanggungjawab. Maka berapa banyak kerugian yang akan ditanggung.

Masalah yang mungkin bisa timbul dari anxiety disorder
Kecemasan yang akan kita bahas disini adalah kecemasan yang berlebihan sehingga mengganggu aktivitas. Beberapa masalah yang mungkin bisa timbul dari anxiety disorder ditandai dengan
1. Munculnya rasa cemas dan khawatir yang berlebihan terhadap berbagai kondisi yang tidak khas. Bicara tentang Anxiety
2. Munculnya pikiran yang berlebihan tentang rencana dan solusi untuk setiap kemungkinan terburuk yang belum tentu muncul.
3. Mudah merasa tersinggung, gelisah, gugup, dan tersudut.
4. Ragu-ragu, takut, dan sulit untuk mengambil suatu keputusan.
5. Sulit untuk berkonsentrasi.

Gejala Anxiety disorder
Berikut ini adalah beberapa gejala fisik yang dapat dirasakan oleh penderita gangguan kecemasan umum:
1. Gemetar dan keringat dingin
2. Otot tegang
3. Pusing dan sakit kepala
4. Mudah marah
5. Susah tidur
6. Dada berdebar-debar
7. Sering merasa lelah
8. Sesak napas
9. Merasa sering ingin berkemih
10. Tidak nafsu makan (sumber: alodokter.com)

Keadaan mungkin bisa lebih parah jika anxiety disorder ini ridak diatasi dan naik status menjadi panic attack
1. Perasaan akan adanya bahaya yang datang, kematian atau menjadi gila
2. Nadi cepat, palpitasi
3. Ketidaknyamanan precordial, perasaan dada tertekan
4. Hiperventilasi, merasa sulit bernapas
5. Paresthesia
6. Cegukan, kesulitan menelan
7. Berkeringat banyak
8. Mulut kering
9. Sering berkemih
10. Tremor
11. Aktivitas berlebihan
12. Usaha untuk keluar dari lokasi sesegera mungkin (Amelia Kurniawati, dkk:2018)

Assessment mengenai anxiety disorder
Assessment adalah bagian integral dari semua bentuk psikoterapi dan konseling. Ini berarti banyak hal, dari konselor dan klien ‘menilai’ satu sama lain untuk melihat apakah mereka dapat bekerja sama, sampai penilaian rinci untuk klien dan konselor untuk mengklarifikasi apa masalah yang dan untuk setuju pada rencana untuk konseling. Pendekatan dari terapi kognitif advokat pendekatan terstruktur untuk penilaian, dalam rangka mendapatkan informasi kunci untuk mulai membuat konseptualasi masalah. Selama fase penilaian, konselor mengambil peran aktif dalam mengarahkan penilaian, mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu pada setiap tahap untuk merumuskan masalah kecemasan dan mengembangkan rencana. Kami sadar bahwa konsep penilaian yang terstruktur dan eksplisit dari klien membawa kontekstuensi negatif untuk para penasihat (Dryden dan Feltham, 1994), dengan kekhawatiran tentang penilaian berubah menjadi proses penilaian yang melibatkan pelekatan atau diagnosis. ( Diana sanders, dkk: 2003)

Cara mengatasi Anxiety Disorder
Jika memang sudah sangat mengganggu ada baiknya jangan ditahan. Lebih baik segera datangi psikolog atau psikiater. Jika kamu memang hanya butuh terapi kamu bisa datang ke psikolog. Tapi apabila kondisimu sangat membahayakan, maka akan direkomendasikan ke psikiater agar ditangani menggunakan obat. Kebetulan kesehatan mental juga salah satu yang di cover oleh bpjs. Jadi kamu bisa manfaatkan fasilitas tersebut dan rutin untuk konsul
Atau jika kamu merasa bisa menanganinya sendiri kamu bsa melakukan self healing berikut 1. Menggunakan sound relaxing atau menggunakan instruments classic seperti mozart. 2. Berolahraga secara teratur secara yoga atau simple exercise 3. Beralih dan berfokus ke hobi seperti menulis, bernyanyi, atau memasak 4. Mengikuti pelatihan yang berfokus untuk mengolah emosi seperti NLP 5. Mendekatkan diri ke Agama 6. Bermain game

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *