LEADER BUKAN TENTANG BERADA DI DEPAN
Ada orang yang memiliki jabatan, tetapi tidak mampu memimpin. Ada pula orang yang tidak memiliki jabatan tinggi, tetapi kehadirannya mampu membuat orang lain merasa aman, percaya, dan berani berkembang. Karena leadership bukan sekadar tentang posisi. Leadership adalah tentang pengaruh. Seorang leader tidak selalu menjadi orang yang paling pintar di dalam ruangan. Ia tidak harus selalu memiliki semua jawaban. Tetapi ia tahu kapan harus berbicara, kapan harus mendengarkan, kapan harus mengambil keputusan, dan kapan harus mengakui bahwa dirinya juga bisa salah. Leader yang sesungguhnya tidak hanya memberi perintah
- Ia memberikan arah
- Tidak hanya menuntut hasil.
- Ia membangun manusia.
- Tidak hanya mencari siapa yang salah ketika terjadi masalah.
- Ia bertanya: “Apa yang bisa kita pelajari dari ini?” Dan ketika timnya berhasil, ia tidak buru-buru mengatakan, “Ini karena saya.” Justru ia mampu mengatakan, “Ini adalah hasil kerja kita bersama.” Itulah kekuatan seorang pemimpin.
Karena semakin tinggi posisi seseorang, seharusnya semakin besar pula kesadarannya bahwa ia memiliki tanggung jawab terhadap orang-orang yang dipimpinnya.
- Seorang leader juga harus mampu memimpin dirinya sendiri.
- Bagaimana mungkin seseorang meminta orang lain disiplin jika dirinya sendiri tidak konsisten?
- Bagaimana mungkin meminta orang lain mengendalikan emosi jika dirinya mudah meledak?
- Bagaimana mungkin meminta orang lain jujur jika dirinya sendiri tidak mampu memegang prinsip?
Sebelum memimpin orang lain, seseorang perlu belajar memimpin pikiran, emosi, sikap, dan tindakannya sendiri.
Sebab orang tidak hanya mendengar apa yang kita katakan.
Mereka melihat apa yang kita lakukan.
Dan sering kali, keteladanan berbicara jauh lebih keras daripada sebuah instruksi.
Pada akhirnya, keberhasilan seorang leader bukan hanya diukur dari seberapa banyak orang yang mengikutinya.
Tetapi dari seberapa banyak orang yang tumbuh, menjadi lebih percaya diri, lebih bertanggung jawab, dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah berjalan bersamanya. Karena pemimpin yang hebat tidak menciptakan pengikut yang bergantung kepadanya. Ia menciptakan manusia yang mampu berdiri, berkembang, dan suatu hari menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Jadilah leader yang tidak hanya ingin diikuti, tetapi layak untuk diteladani.