Etika Bisnis dalam pandangan Islam
Islam mengajarkan kita, sebagai seorang muslim yang memiliki kebutuhan dan tunggangan yang harus dipenuhi, dalam hal ini merak haruslah memeiliki pekerjaan. Dan dalam islam pula salah satu pekerjaan yang baik adalah dengan berdagang. Karena dalam berdagang atau berbisnis kita akan dapat memenuhi semua kebutuhan hidup dengan cara yang baik dan halal.Tetapi dalam berbisnis atau bermuamalah haruslah kita memiliki etika yang baik supaya dilancarkan dan dimudahkan dalam melakukan muamalah, tak terkecuali pekerjaan apapun yang dilakukan dengan cara baik dan halal. Etika bisnis ialah pedoman bermoral dalam mengatur perilaku pribadi dalam usaha (muamalah). Etika bisnis harus dipatuhi untuk menjalankan bisnis secara baik dan adil. Di dalam islam etika bisnis dibalut dalam nilai-nilai syariah dalam mencari yang halal dan menghindari yang haram, bertanggungjawab dana dil dalam memberikan yang baik untuk orang banyak. Dengan nilai kejujuran, adil dan amanah terhadap apa yang diperjual-belikan. Tetapi sering kalinya kita temukan penjual yang bersikap curang dan tidak jujurdalam berbisnis. Seperti contohnya seorang pedagang yang mengurangi berat timbangan tidak sesuai dengan jumlah barang yang dijual. Padahal dalam agama islam sudah ada aturan yang melarang perbuatan curang seperti mengurangi timbangan itu dilarang, terdapat dalam surah Al-Muthaffifinayat 1-3” celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang Berdasarkan ayat di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa tindakan mengurangi timbangan dalam jual-beli (muamalah)/ bisnis itu sudah dilarang namun di lapangan masih saja ada praktek perbuatan curang tersebut. Apabila tindakan ini terus berulang dalam kegiatan jual-beli (muamalah) maka sudah dapat dipastikan bahwa pelanggan jugadapatbertindak,dan meninggalkan penjualuntuk membeliditempatlain. Dalamhalinikejujran sangat penting dalam berbisnis dikarenakan kejujuran dapat mempengaruhi kesetiaan pelanggan dan dapat memajukan usah bisnis, serta menjaga nama baik usaha
Etika Bisnis dalam Presfektif Islam
- Sifat jujur
Seorang yang bermuamalah atau berbisnis haruslah memiliki sifat jujur untuk memberikan rasa kepercayaan kepada pembeli dan dapat menjalankan bisnis dengan lancar. Hal-hal seperti barang yang dijual, ukuran, massa, dan juga kualitas barang tidak boleh dicurangi ataupun ditukar, seperti dalam firman-Nya “haiorang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah,dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur (Q.S.At-Taubah:119)
- Amanah
Bagi pebisnis menjalankan amanah adalah hal yang baik untuk kelangsungan bisnis. Diasaat pembeli meminta dan menitipkan sesuatu kepada kita haruslah dilakukan dengan baik dan benar. Seperti apabila terdapat pembeli yang menitipkan atau meminta unduk diberikan suatu barang haruslah kita penuhi, hal ini biasa terjadidi pasar yang kebanyakan dilakukan oleh ibu-ibu yang sedang berbelanja, mereka akan menitip sesuatu yang akan diambil dan dibayar keesokkan harinya. Untuk seorang penjual haruslah memenihu permintaan tersebut dan memberikan kualitas yang baik. Hal ini dapat meningkatkan penjualan dan pembeli akan senang dikemudian karena mendspat barang yang dititpkan sesuai dengan yang diharapkan
- Pekerja Keras
Seorang pebisnis haruslah memiliki sifat dan sikap bekerja keras dalam berdagang atau bermuamalah. Dalam islam kita diajarkan untuk selalu bekerja keras untuk mecari rezeki yang baik serta halal, seperti dalam firman allah dalam surahAt-Taubah ayat 105 yaitu, “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka,Allah, rasul-nya, dan orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitahukan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan
sumber:
https://e-journalbattuta.ac.id